Beragam Risiko Sinar Matahari Bagi Tubuh

Beragam Risiko Sinar Matahari Bagi Tubuh

Dibalik Segudang Manfaat sinar matahari bagi Kesehatan ternyata pancaran cahayanya yang menyilaukan mata ini juga bisa memberikan risiko buruk bagi tubuh Anda. Eitss, tapi tidak hanya sekadar menimbulkan kulit terbakar matahari (sunburn) saja, lho! Masih ada berbagai bahaya sinar matahari lainnya yang harus Anda ketahui.

 Bahaya Sinar matahari bagi Kesehatan tubuh

Pada saat pandemi coronavirus beberapa dari masyarakat keluar rumah pada jam jam tertentu untuk berjemur dibawah sinar matahari yang katanya dapat membunuh coronavirus

Padahal menurut WHO, sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukan bahwa sinar matahari dapat mencegah penularan COVID-19.

  1. Kulit Memerah

Seseorang dosen di University of Texas-Austin’s Dell Medical School, Jason Reichenberg, MD menjelaskan bahwa berjemur terlalu lama tanpa pakaian pelindung ataupun tabir surya menimbulkan kemerahan di beberapa kulit bahkan mungkin terjadi secara permanen dan sulit disembuhkan

Pasalnya, saat usia bertambah makin tua maka tanpa disadari sinar matahari bisa menipiskan kulit sekaligus mengendurkan struktur kulit yang ada disekitar pembuluh darah anda. Lambat laun, pembuluh darah semakin melebar hingga menimbulkan area cokelat kemerahan di beberapa bagian tubuh.

Proses ini juga bisa mengakibatkan kolagen didalam tubuh tersebar yang membuat pembuluh darah tampak nyata dipermukaan kulit.

  1. Kulit Menua

Sudah tidak dapat dipungkiri pancaran sinar UV dapat mengakibatkan kulit menua lebih cepat. Ini karena sinar matahari bisa menembus langsung ke lapisan kulit tengah kulit (dermis) yang menyebabkan sel elastin dalam kulit menumpuk secara abnormal.

Ketika jumlah sel elastin telah cukup banyak, maka suatu jenis enzim akan memecah kolagen serta elastin kulit, yang kemudian muncul perubahan pada struktur kulit. Terkena sinar matahari selanjutnya akan mempercepat proses penuaan yang mengarah pada kerutan, flek, serta kerusakan kulit lainnya.

  1. Memburuknya Penglihatan

 Gangguan penglihatan sudah menjadi konsekuensi yang harus dihadapi oleh semua orang seiring bertambahnya usia. Namun selain faktor usia, sebuah penelitian menemukan bahwa terkena sinar matahari dalam waktu yang lama ternyata dapat memperparah kondisi ini — terutama bagi pria dan wanita berusia lebih dari 40 tahun.

Menurut studi dari Fordham University tahun 2011, sinar ultraviolet (UV) berdampak buruk bagi mata karena meningkatkan peluang terserang katarak yang dapat berujung pada kebutaan.

Tidak hanya itu, bahaya sinar matahari langsung juga bisa mengganggu fungsi retina yang lama-lama akan menurunkan fungsi penglihatan. Gangguan fungsi retina ini dipicu oleh glaukoma dan degenerasi makula, dilansir dari health.

  1. Timbulnya Ruam Parah

Ada beberapa kondisi medis yang mudah menimbulkan ruam pada kulit. Misalnya bagi orang yang punya alergi sinar matahari, maka sangat gampang baginya untuk mengalami kulit kemerahan meski baru beberapa menit berada dibawah [amcaran sinar Mentari.

Reaksi alergi yang lebih parah bahkan dapat menyebabkan penyakit porfiria, yakni kondisi yang membuat seseorang takut berlebihan pada sinar matahari. Bahaya sinar matahari yang ditimbulkan akan membuat kulit seketika memerah hingga melepuh saat terpapar cahaya matahari.

  1. Menurunkan Imun Tubuh

Tubuh dilengkapi dengan sistem imun yang bertugas untuk memerangi datangnya berbagai infeksi dan pertumbuhan sel abnormal. Pertahanan sistem kekebalan tubuh ini melibatkan kerja sel darah putih atau limfosit (sel T) dan sel langerhas.

Nah, kulit yang terpapar sinar matahari terlalu sering akan memicu lepasnya bahan kimia aktif yang akan mengganggu kerja sistem imun tubuh. Akibatnya, kemampuan imun untuk meghalang masuknya infeksi pun melemah.

Waktu yang baik untuk berjemur

Sinar matahari mengandung beberapa jenis radiasi yang disebut UVA, UVB, dan UVC. Sinar UVA muncul bersamaan dengan matahari terbit.
sementara sinar UVB muncul lebih lambat karena lebih dari 95% kandungannya terserap lebih dahulu oleh ozon. Ini membuat sinar UVB baru tersedia Ketika posisi matahari sudah lebih tinggi daripada saat terbit.

Seberapa besar manfaat yang bisa anda peroleh dari berjemur di pagi hari tergantung oleh beberapa faktor, termasuk letak geografis.

Untuk Indonesia yang dekat dengan garis khatulistiwa, sinar UVB yang muncul pada pukul 08.00-10.00 pagi atau pukul 15.00-16.00 sudah cukup untuk mengubah provitamin D menjadi vitamin D.

Durasi yang dianjurkan untuk kulit terang adalah 5-10 menit, sedangkan untuk anda yang berkulit agak gelap adalah kurang lebih 15 menit.

Dengan berjemur bisa mecegah risiko terkena COVID-19?

Anda mungkin sering mendengar tentang hubungan antara berjemur dengan wabah COVID- 19. Ada yang menyebut virus corona SARS-CoV2 yang menyebabkan Covid-19 dapat mati karena terpapar sinar matahari.

Ada pula yang menyatakan bahwa sinar matahari dapat membantu anda terhindar dari virus tersebut.

Kedua pernyataan itu tidak sepenuhnya benar ataupun salah. Seperti yang telah disebutkan, berjemur dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara mengaktifkan vitamin D. imunitas tinggi itulah yanag mampu melawan hingga mencegah Covid-19.

Namun, wabah Covid-19 dan waktu berjemur sebenarnya tidak berhubungan karena dosis UVB ditentukan oleh garis lintang suatu wilayah.

Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa berjemur dapat menyembuhkan pasien dengan Covid-19. Pernyataan bahwa virus SARS-CoV2 dapat mati karena terkena sinar matahari juga belum dibuktikan secara ilmiah.

Hal-hal apa sajakah yang harus dipersiapkan sebelum berjemur?

Penggunaan tabir surya penting untuk menghindari akibat buruk dari terpapar sinar matahari saat berjemur dipagi hari.

Namun, perawatan kulit tersebut juga bisa menghalangi manfaat baik UVA dan UVB. Karena itu, bagian kulit yang perlu diolesi tabir surya adalah wajah

Sementara kulit pada tangan dan kaki diperbolehkan terpapar langsung oleh sinar matahari.

Gunakanlah tabir surya wajah dengan kandungan SPF 20+++, 20 menit sebelum berjemur. Sebaiknya anda memilih baju yang cerah dan mengenakan topi serta kacamata untuk mengindari paparan langsung sinar matahari di bagian kulit yang tidak dianjurkan.

READ  Manfaat, Jenis dan Cara Mengolah Empon-Empon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *